Hingga paruh Maret ini, Ditjen Pajak (DJP) terus mendorong wajib pajak, khususnya orang pribadi, segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT). Maklum, hingga kini belum ada pengumuman bahwa tenggat pelaporan SPT molor dari jadwal biasa akhir Maret, seperti beberapa tahun silam.


Untuk mendorong kepatuhan wajib pajak itu, DJP juga melibatkan para selebritas, influencer, dan pejabat pemerintah yang memberi contoh telah melaporkan SPT. Wajib pajak juga diingatkan sanksi jika terlambat melapor, yaitu denda Rp100 ribu untuk orang pribadi dan Rp1 juta untuk badan.


Bagi Anda yang entah bagaimana memilih tidak melaporkan SPT, tentu konsekuensinya lebih berat. Dendanya bukan lagi Rp100 ribu atau Rp1 juta seperti terlambat tadi, tetapi jauh lebih besar. Atau bahkan terancam hukuman pidana atau kurungan penjara paling lama 2 tahun.


Konsekuensi itu terjadi jika wajib pajak yang tidak menyampaikan SPT ternyata merugikan pendapatan negara. Dengan kata lain, pasal ini terutama berlaku bagi wajib pajak yang memiliki penghasilan di luar gaji, karena jika dari gaji umumnya tidak terancam pidana sebab sudah dipotong pemberi kerja.


Karena itu, Anda harus memastikan penghasilan lain di luar gaji tersebut sudah terpenuhi kewajiban perpajakannya. Jika hanya sebagian atau tidak sama sekali, Anda mungkin boleh harap-harap cemas akan diperiksa karena ketidakpatuhan Anda sendiri.


Untuk lebih jelasnya silahkan klik link berikut https://news.ddtc.co.id/sanksi-tidak-melapor-spt-alpa-atau-sengaja-19558