Tidak seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berlaku seumur hidup, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tidak memiliki masa kedaluwarsa. Bisa seumur hidup, bisa sampai setelah meninggal. Kenapa begitu, karena kewajiban pajak bisa tetap melekat sampai setelah wajib pajak meninggal.


Kewajiban atau utang pajak baru dinyatakan berhenti hanya ketika utang tersebut lunas atau daluwarsa pajaknya habis, bukan ketika wajib pajak meninggal. Karena itu, fiskus berhak mengacungkan jari saat keluarga wajib pajak yang meninggal meminta khalayak menyelesaikan utang wajib pajak tersebut.


Wajib pajak atau pemilik NPWP tetap wajib menghitung, membayar, dan melaporkan pajaknya dari sejak ia memiliki NPWP sampai ia meninggal. Namun, tidak serta-merta setelah ia meninggal, NPWP-nya ikut nonaktif atau hapus otomatis. NPWP-nya akan tetap hidup sampai ahli waris menghapuskannya.


Akan tetapi, selama wajib pajak hidup, bukan berarti NPWP-nya tidak bisa mati. Maksudnya, NPWP bisa nonaktif atau dihapus. Kalau nonaktif, sifatnya sementara alias mati suri, dan bisa hidup/aktif kembali. Namun, kalau dihapus, sifatnya tetap alias mati permanen.


Dengan kata lain, kalau NPWP yang dihapus tadi hendak dihidupkan kembali, wajib pajak yang bersangkutan harus membuat NPWP baru. Tidak ada cara lain. Nah, tips kali akan membahas cara mudah mematikan atau menghapuskan NPWP.


Untuk meminta penghapusan NPWP ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat itu adalah wajib pajak yang bersangkutan tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan Penjelasan Pasal 2 ayat (1) UU KUP.


Untuk lebih jelasnya silahkan klik link berikut https://news.ddtc.co.id/cara-mudah-menghapus-npwp-18808