Untuk menguji kepatuhan wajib pajak, Ditjen Pajak (DJP) dapat melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak. Dari hasil pemeriksaan tersebut, DJP akan menerbitkan surat ketetapan pajak (SKP), baik itu kurang bayar, lebih bayar atau nihil.


Jika lebih bayar, wajib pajak tentu senang karena sebagian pajak yang sudah disetor justru dikembalikan. Namun hal yang berbeda mungkin terjadi apabila SKP yang didapatkan wajib pajak itu ternyata kurang bayar.


Tapi tenang dulu, jangan langsung mencak-mencak. Apabila Anda merasa yakin telah membayar pajak sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku, Anda berhak mengajukan keberatan atas SKP dari DJP tersebut. Ketentuan mengenai keberatan ada dalam Pasal 25 UU KUP.


Perlu dicatat, tidak semua SKP dapat diajukan keberatan oleh wajib pajak. Jenis SKP yang dapat diajukan keberatan antara lain seperti Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.


Kemudian, Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB), Surat Ketetapan Pajak Nihil dan pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.


Untuk lebih jelasnya silakan klik link berikut